“Ika,
ayo berangkat ke Balikpapan sekarang!” Suara seorang wanita yang aku dengar
seperti di alam mimpi.
Aku
coba untuk membuka mata, aku lihat Mama sedang duduk di tepi tempat tidurku.
Sadar tidak sadar aku coba mencermati lagi wajah yang ada di depanku. Dan aku rasa ini hanya
sekedar mimpi.
“Ayo
berangkat sekarang!” Suara ajakan itu sekali lagi. Aku paksa mataku agar benar-benar terbuka. Ternyata
apa yang ada di depanku bukan hanya sekedar mimpi atau halusinasi. Karena suara
yang aku dengar dari tadi memang suara Mama yang berusaha untuk membangunkan
aku dari tidur malam yang masih belum lama. Seperti baru saja mata ini mau
diajak kompromi untuk pergi ke alam mimpi, tapi sekarang harus dipaksa untuk
bangun lagi. Ku lihat jarum jam masih menunjukkan pukul 2 dini hari. Ya
ampun,,..aku harap ini hanya sebuah mimpi..Tapi harapan itulah yang justru
sekedar mimpi. Karena ternyata mama memang serius untuk menyuruhku berangkat ke
Balikpapan saat itu juga . Sebenarnya rencana dan saran untuk hijrah ke Balikpapan
disampaikan kedua mertuaku hari minggu. Karena ada beberapa pertimbangan untuk
kemajuan bisnis suami akhirnya aku dan suami setuju dengan saran itu. Walaupun
saat itu agak gelo*bhs jawa red-perasaan belum mantap* juga sih, karena terus
terang aku belum pernah tinggal di daerah lain sebelum ini.Jangankan ke luar
pulau, bahkan keluar dari jatim aja aku belum pernah. Jadi bisa dibilang ini
emang will be my first experience. .*_*
Dan
satu hal lagi yang bikin aku bimbang saat mertua menyarankan untuk hijrah,
karena aku harus ninggalin kerjaannku sebagai seorang penyiar yang baru
beberapa bulan aku jalani. Padahal profesi itu adalah bagian dari
impianku. Tapi sekarang aku harus rela
melepas begitu saja impian yang sudah aku dapet dengan berbagai perjuangan..:-(
“Semua itu pasti ada maksud baiknya” sebuah
kalimat bijak yang keluar dari mulut Pa2 mertuaku itu (gak inget beliau ngutip
dari kata2 siapa) seolah bener2 bisa menghipnotisku. Saat itu aku jadi inget
akan kebesaran Allah. Bahwa rencana Allah pasti lebih baik, dan Allah pasti
tidak akan memberikan keburukan untuk kita demikian dengan ketetapan yang ahrus
aku jalani saat ini. Aku percaya bahwa Allah akan kasih apa yang aku butuh
bukan yang aku ingin. Apalagi sudah menjadi tugas dan kewajibanku untuk
mendampingi perjuang suamiku. Bismillah aku iyakan saran hijrah itu. Dan saat
itu hatiku sudah dalam posisi berserah
diri pada Allah, bahwa tidak ada yang sia-sia dan Allah pasti sudah
siapkan kehidupan yang lebih baik di tempat
baru nanti.
Karena
aku dan suami sudah setuju untuk dihijrahkan ke Balikpapan, maka Ma2 minta
salah satu saudara kita yang ada di Balikpapan untuk mencarikan kami rumah
kontrakan di sana. Nah kalau rumah kontrakan sudah ada, aku dan suami akan di
berangkatkan. Aku fikir, setelah pembicaraan hari minggu itu, aku masih punya
beberapa waktu lagi di kota Batu. Paling tidak aku masih punya kesempatan untuk
siaran beberapa kali. Tapi ternyata, malam itu tepatnya jam 2 pagi hari selasa
Ma2 membangunkanku untuk bersiap berangkat ke Balikpapan mengikuti jadwal
penerbangan pagi. Jadi aku harus berkemas-kemas saat itu juga...*????* Walaupun agak shok juga karena sama sekali
belum persiapan apapun, aku langsung beranjak dari tempat tidur. Tapi aku tidak
mau menyentuh koper dulu. Sebelum memulai proses packing barang aku ingin
menggadukan semua perasaanku pada Allah.
Aku
menuju wastafel untuk membersihkan muka dan gigi kemudian aku menuju mushalla
untuk qiyamullail. Dalam sujud Istiqarah
aku berdoa agar Allah menunjukkan yang terbaik untuk urusanku itu. Sudah puas
aku mengadu, Ku curahkan harapanku agar senantiasa berada dalam bimbiganNya.apapun
yang terjadi aku berserah diri padaNya.
Setelah
sujud rukuk dalm shalat malam itu, akupun mulai menata satu persatu
barang-barangku ke dalam koper-koper. Hanya barang2 yang terlintas dalam
fikiranku aja yang bisa aku bawa saat itu karena waktu tidak memungkinkan aku
untuk benar2 menata semua perlengkapanku. Barang-barang lain akan dkirim menyusul saat aku sudah berada di
Balikpapan nanti.
Aku
keluar dari rumah memulai perjalanan hijrahku setelah selesai shalat shubuh.
Sebelum menuju Bandara aku mampir dulu ke rumah kakakku untuk meminta doa restu
kepada Ibuk dan kakak2ku. Sebenarnya kakak dan Ibuk agak kaget juga dengan
keberangkatanku yang mendadak itu, tapi bismillah insyallah “lebih cepat lebih
baik”. Doa Ibu terhulurkan mengiringi kebarangkatanku. Doa akan kesuksesanku
yang Ibuk harap pada Allah membuatku tidak mampu menahan bulir kristal yang
memaksa jatuh ke kedua pipiku. Tangis penuh harap Ibu saat itu semoga bisa
benar2 menjadi alasan kuat Allah untuk mengijabah harapan tulus beliau. Dengan
niat yang lurus dan dengan tekad yang bulat aku akan berjuang untuk bisa
memberikan hadiah dan persembahan terbaik untuk Ibu, almarhum Bapak juga semua
keluarga dan orang-orang yang mengenalku nantinya.
Aku
langkahkan kaki menuju mobil kijang yang melaju mengantarku menuju bandara
Juanda Surabaya. Dzikir itu membasahi bibir di sepanjang perjalananku seiring
dengan dzikir mentari pagi yang semakin naik menampakkan keelokan bukti
kebesaran penciptaannya.
Waktu
itu Ma2 dan Pa2 menjadi orang tua sekaligus sahabat yang setia menemani perjalanan
kami (Aku, suami dan putriku) menuju Bandara.
Sepanjang jalan Pa2 tidak henti-hentinya memberikan kalimat2 bijaknya. Kisah2 inspiratif beliau berikan untuk menjadi sumber hikmah yang bisa menguatkan tekad hati kita menuju tempat baru. Satu kalimat yang aku ingat dari kisah2 yang beliau berikan saat itu bahwa “semakin cepat kita ikhlas, semakin cepat juga Allah mengganti yang kita ikhlaskan itu dengan sesuatu yang lebih baik.” Jadi walaupun saat ini aku harus mengikhlaskan profesi yang aku cintai karena menunaikan tugasku sebagai seorang istri, insyallah Allah akan mengganti dengan yang lebih baik nanti di tempat baru. Sebuah keyakinan yang bisa memberi kekuatan dan menghasilkan optmisme baru dalam langkahku.
Nyenyaknya tidur di dalam mobil sepanjang perjalan menuju bandara |
Saling membayangkan suasana baru yang akan dihadapi |
Sepanjang jalan Pa2 tidak henti-hentinya memberikan kalimat2 bijaknya. Kisah2 inspiratif beliau berikan untuk menjadi sumber hikmah yang bisa menguatkan tekad hati kita menuju tempat baru. Satu kalimat yang aku ingat dari kisah2 yang beliau berikan saat itu bahwa “semakin cepat kita ikhlas, semakin cepat juga Allah mengganti yang kita ikhlaskan itu dengan sesuatu yang lebih baik.” Jadi walaupun saat ini aku harus mengikhlaskan profesi yang aku cintai karena menunaikan tugasku sebagai seorang istri, insyallah Allah akan mengganti dengan yang lebih baik nanti di tempat baru. Sebuah keyakinan yang bisa memberi kekuatan dan menghasilkan optmisme baru dalam langkahku.
Tidak
terasa waktu berjalan tidak kalah cepat dengan laju mobil yang mengantar
perjalananku. Karena memang tadi kita juga tidak sempat sarapan, jadi sebelum
meneruskan perjalanan kami mampir ke PUJASERA yang ada di kiri jalan menuju
jalur Surabaya. Ini dia dokumentasi yang sempat aku ambil saat aku ada di sana.
Setelah
perut sudah terisi, kami lanjutkan perjalanan menyusuri padatnya kota Surabaya menuju
Bandara Juanda. Saat kami tiba di Juanda, waktu menunjukkan pukul 8 pagi..
Dan ternyata kami sudah tidak bisa mengikuti jadwal penerbangan paling pagi seperti apa ayg kita rencanakan. Dan akhirnya kami ikut jadwal penerbangan berikutnya yang akan tinggal landas pada pukul 10.45. Wuihhh sekitar 2 jam kita harus sabar menunggu disitu. Padahal orang bilang menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Tapi tidak akan ada kata membosankan menurutku..Karena setiap detik waktu adalah modal yang paling berharga dan banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu. Karena saat itu pas bgt dengan waktu dhuha, jadi daripada aku bengong meong, dan nglantur keasana-kemari menjelajahi setiap sudut bendara dengan pandangan yang nggak ada gunanya, aku cari mushalla untuk melaksanakan shalat sunnah dhuha. Agak lama aku di mushalla, dan aku balik lagi ke tempat menunggu jam 09.30. Pas banget waktunya. Langsung aja aku suami dan Cia Putriku menuju ke ruang boarding pass. Setelah itu kami langsung menuju pesawat Lion Airlines yang akan mengantar kami ke Kota baru..^__^
Dan ternyata kami sudah tidak bisa mengikuti jadwal penerbangan paling pagi seperti apa ayg kita rencanakan. Dan akhirnya kami ikut jadwal penerbangan berikutnya yang akan tinggal landas pada pukul 10.45. Wuihhh sekitar 2 jam kita harus sabar menunggu disitu. Padahal orang bilang menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Tapi tidak akan ada kata membosankan menurutku..Karena setiap detik waktu adalah modal yang paling berharga dan banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu. Karena saat itu pas bgt dengan waktu dhuha, jadi daripada aku bengong meong, dan nglantur keasana-kemari menjelajahi setiap sudut bendara dengan pandangan yang nggak ada gunanya, aku cari mushalla untuk melaksanakan shalat sunnah dhuha. Agak lama aku di mushalla, dan aku balik lagi ke tempat menunggu jam 09.30. Pas banget waktunya. Langsung aja aku suami dan Cia Putriku menuju ke ruang boarding pass. Setelah itu kami langsung menuju pesawat Lion Airlines yang akan mengantar kami ke Kota baru..^__^
Bismillah, penuh kepasrahan dalam
hatiku saat itu waktu menginjakkan kaki pada tangga pertama pesawat. Terhatur
doa selamat untuk kami semua sampai tempat yang kami tuju. Alhmdllah aku cia
dan suami dapat tempat duduk yang berurutan. Kami duduk di bagian paling
belakang. Cia memilih untuk duduk di deket jendela pesawat.
Beberapa menit kami menunggu,. Waktu
pemberangkatanpun akhirnya tiba juga. Begitu banyak bayangan keindahan yang terlintas
berdasarkan cerita orang2 yang sudah pernah naik pesawat sebelumnya. Dan
sekarang aku ingin membuktikannya dengan kedua mataku.
Balikpapan I'm coming.......^___^
Berjalan pelan pesawat membawa
kami menapaki hamparan luas sebelum mengepakkan sayapnya meninggalkan daratan.
Geronjal bunyi mesin pesawat mulai terasa mengawali laju pesawat menyapa awan.
Keindahan pemandanngan darat yang terlihat semakin mengecil terlihat jelas dari
jendela pesawat. Smua yang biasa kita lihat besar, semakin mengecil bahkan
gunung sekalipun. Betapa saat itu aku bisa tersadar bahwa begitu kecilnya kita
para manusia. Kia tidak ada apa2nya. Manusia yang sering menyombongkan diri karena merasa besar
hati dan bangga atas apa yang mereka miliki, tidak ada apa2nya dibanding dengan
kemahabesaran Allah dengan kemahadasyatan hasil ciptaanNya.
Pesawat terbang semakin meninggi.
Seiring semakin aku dibawa membumbung tinggi, semakin menambah takjubku melihat
keluarbiasaan Allah dalam menciptakan langit. Langit yang biasa kita lihat putih dan biru ternyata saat lebih
indah dari apa yang aku tahu. Lapisan demi lapisan awan bak lautan kapas yang
sangat indah membuatku tidak henti2nya mengagumi kebesaranNya. Semakin meninggi
semakin indah karena saat gumpalan awan itu sudah tidak ada di lapisan langit, maka
yang bisa tertangkap oleh indra adalah luasnya hamparan pasir di atas langit. Sedangan
di bagian atas yang bisa terlihat adalah awan polos yang membiru..Subhanallah..
Luar biasa indah..:-). Tapi sayang saat itu ponsel tidak boleh diaktifkan, jadi
aku tidak bisa merekam keindahan2 itu. Tapi semoga dengan deskripsiku tadi,
sahhabat semuanya bisa sedikit mendapat gambaran dan sehingga bisa merasakan keindahan
seperti yang aku lihat juga ^__^
Suasana penernbangan yang lumayan
tenang sekitar 1jam 45 menit membuat cia tidak bisa menahan kantuk .Sejak awak
bberangkat sampai detik-detik terakhir penerbangan Cia lelap masuk ke alam
mimpi.
Pulau dan pohon yang tersusun
rapi benbentuk barisan alam yang sangat asri, serta kerlipan segudang berlian
yang menghampar membuat perhatian mataku jadi tertuju padanya. Dan ternyata
tidak terasa aku sudah berada di atas kota Balikpapan. Sungguh indah perairan
yang membentang luas itu tampak seperti hampar berlian yang berkilau indah.
Aku siap mendarat.
Pelan tapi pasti pesawat berusaha mengarahkan
sayapnya untuk menapakkan rodanya lagi kepermukaan daratan... Alhamdllah
akhirnya bisa mendarat dengan selamat...^__^
Kulangkahkan kaki menuruni anak
tangga. Aku langkahkan kaki ke belahan bumi bagian lain ini. Panasnya udara
yang menyengat membakar kulit menyambut kedatangan kami. Sungguh suasana yang
baru dan ekstrim aku rasakan. Karena dari daerah dingin sudah pasti kalau aku jadi
merasa sangat panas dengan cuaca Balikpapan yang emang terkenal panas..Tapi aku
bersyukur karena dengan seperti ini aku punya kesempatan untuk aku bisa ditempa
untuk lebih bersabar lagi.
Nuansa khas kalimantan kental
sekali di bandara ini. Aku sempat mengambil video saat aku baru keluar dari
pesawat dan menuju dasbor.
Maaf videonya singkat banget dan mungkiin agak kurang jelas juga, karena kita emang buru-buru harus ngambil barang2 kami di dasbor.
Setelah semua barang sudah kami ambil, kamipun
pergi meningglkan ruang dasbor. Dan ternyata saudara kami sudah menunggu
kedatangan kami di Bandara itu. Dengan taxi biru Kamipun melaju menuju rumah saudara.
Karena barang-barangku masih belum
dikirim kesini, jadi beberapa waktu kami tinggal di tempat saudara. Ini
adalah pelajaran yang paling berharga
dalam hidupku, Dimana aku dilatih untuk bisa hidup ditengah orang lain yang
sebelumnya belum pernah aku kenal dengan baik. Sebagai seseorang yang nebeng
tempat tinggal, aku punya tantangan agar orang lain bisa merasaka bahwa
kedatangan dan keberadaanku bermanfaat bagi mereka. Yah, walaupun tidak mudah
tapi inilah tantangan yang harus bisa aku selesaikan.
Sehari tinggal di rumah saudara
benar-benar menguji mental dan kesabaranku banget. Sempat merasa tidak nyaman
sekali hatiku. Dan alhmdulillah, saat
aku merasa sangat tidak bisa menahan ras sedih dengan apa ayng aku jalani saat
itu, Allah menyelamatkannku dengan cepat melalui pesan seorang ustadz yang
tidak sengaja aku lihat dari stasiun TV lokal. Dalam tausiyahnya pak ustadz
bilang kalau kita dalam hidup sekarang ini sedang mengikuti ujian, dan kita semua
adalah peserta ujian. Sebuah kalimat ayng ampuh. Aku langsung sadar,. Dan saat
itu aku mulai bisa mengendalikan hati dan perasaanku. Meresapi kalimat yang
diutarakan Ustdz tadi, aku merasa bahwa saat itupun aku jugga sedang menghadapi
ujian, aku harus bisa lalui ujian ini dengan melakukan yang terbaik sehingga bisa lulus
dengan nilai yang baik. Semoga hijrahku ini awal dari kematanganku.
SEMANGAT..!!! The Show must go
on. And sure everything will be end happily ^___^
****
No comments:
Post a Comment